Wisuda UPR Jadi Ruang Refleksi Nilai Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial

oleh -151 Dilihat
oleh
Wisuda Program Pascasarjana dan Sarjana Universitas Palangka Raya (UPR) periode Desember 2025.

PALANGKARAYA – Momentum Wisuda Program Pascasarjana dan Sarjana Universitas Palangka Raya (UPR) periode Desember 2025 dimaknai tidak hanya sebagai seremoni akademik, tetapi juga sebagai ruang refleksi nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan kepedulian sosial.

Dalam suasana Natal 2025 dan menjelang Tahun Baru 2026, UPR mengukuhkan sebanyak 621 wisudawan dan wisudawati di Kalawa Convention Hall, Palangka Raya.

Rektor UPR, Rektor UPR, Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU dalam sambutannya menyampaikan bahwa wisuda merupakan titik awal pengabdian lulusan kepada masyarakat, dengan membawa nilai-nilai kemanusiaan yang telah dibentuk selama proses pendidikan.

Menurutnya, ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan etika, empati, dan kepedulian terhadap sesama.

“Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian dan pembelajaran sepanjang hayat. Lulusan Universitas Palangka Raya diharapkan mampu mengamalkan ilmu dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kejujuran, dan tanggung jawab sosial,” ujar Rektor Universitas Palangka Raya (Selasa, 16/12/2025).

Rektor juga menegaskan bahwa tantangan global dan dinamika sosial yang semakin kompleks menuntut lulusan perguruan tinggi untuk tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap persoalan kemanusiaan di sekitarnya.

Pendidikan tinggi, menurutnya, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter lulusan yang berintegritas dan berempati.

Dalam momentum wisuda tersebut, UPR juga mengajak seluruh hadirin untuk sejenak mengheningkan cipta sebagai bentuk keprihatinan dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Ajakan ini menjadi simbol bahwa dunia akademik tidak terlepas dari realitas sosial yang dihadapi bangsa.

Rektor UPR menyampaikan bahwa empati dan kepedulian sosial harus menjadi bagian dari karakter lulusan.

Ia menilai, kepekaan terhadap penderitaan sesama merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang adil, beradab, dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa nilai-nilai kasih, pengharapan, dan pelayanan yang tercermin dalam suasana Natal menjadi pengingat bagi para lulusan untuk terus menebar manfaat di mana pun mereka berkarya.

Lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi, tetapi juga pada kepentingan masyarakat luas.

“Ilmu pengetahuan harus membawa kebermanfaatan. Lulusan Universitas Palangka Raya harus hadir di tengah masyarakat dengan semangat melayani dan memberi solusi atas berbagai persoalan sosial,” katanya menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Alumni Universitas Palangka Raya (ILUNI UPR) Drs. H. Nuryakin, M.Si menyampaikan pesan agar para lulusan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap peran yang dijalani.

“Di tengah perubahan zaman yang cepat, nilai kemanusiaan tidak boleh luntur. Jadilah lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Nuryakin.

Ia menekankan pentingnya etika, integritas, dan kepedulian sosial sebagai identitas alumni UPR.

Dirinya menambahkan bahwa tantangan dunia kerja dan pengabdian ke depan membutuhkan pribadi yang adaptif sekaligus memiliki kepekaan sosial.

Menurutnya, alumni UPR memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik almamater melalui sikap dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Pelaksanaan wisuda ini juga mencerminkan komitmen Universitas Palangka Raya dalam membangun pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia secara utuh.

UPR terus mendorong lahirnya lulusan yang profesional, berkarakter, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.

Dengan bertambahnya 621 lulusan baru, Universitas Palangka Raya optimistis kontribusi alumni dalam berbagai sektor pembangunan akan semakin kuat, tidak hanya melalui kompetensi keilmuan, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan empati terhadap sesama.

“Nilai-nilai kemanusiaan harus menjadi kompas dalam setiap langkah pengabdian lulusan Universitas Palangka Raya, agar ilmu yang dimiliki benar-benar membawa kebaikan bagi masyarakat dan bangsa,” tandas Nuryakin.(adv)

+ posts

No More Posts Available.

No more pages to load.