BPK dan Rescue Karanggan Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bencana

oleh -95 Dilihat
oleh
FOTO : Peresmian pembentukan BPK & Rescue Karanggan, Senin (17/08/2026).

PALANGKARAYA – Warga Karanggan membentuk Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) dan Rescue Karanggan sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kebakaran, bencana alam, kondisi kedaruratan nonkebakaran, serta berbagai situasi kemanusiaan di wilayah Karanggan dan sekitarnya.

Pembentukan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam menghadapi ancaman yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.

Keberadaan BPK dan Rescue Karanggan diharapkan dapat menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam memberikan respons awal ketika kondisi darurat terjadi.

Ketua Umum BPK dan Rescue Karanggan terpilih, Arliandie mengatakan pembentukan organisasi tersebut merupakan bagian dari upaya masyarakat untuk memperkuat perlindungan terhadap warga dan lingkungan, khususnya di wilayah Karanggan serta masyarakat Kota Palangka Raya pada umumnya.

“Alhamdulillah, berkat semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta rasa tanggung jawab para pemuda dan masyarakat Karanggan, yang juga mendapat dukungan dari Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Bangaris, kondisi tersebut dapat dikendalikan,” kata Arliandie, Senin (17/8/2026) malam.

Arliandie menjelaskan, dalam beberapa minggu terakhir wilayah sektor Kelurahan Tanjung Pinang mengalami beberapa kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan kepedulian bersama dalam menghadapi ancaman kebakaran di lingkungan.

Menurutnya, BPK dan Rescue Karanggan diharapkan tidak hanya berperan dalam menghadapi kebakaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

Tugas pokok dan fungsinya mencakup membantu pemerintah dan masyarakat dalam pencegahan serta pemadaman kebakaran, penyelamatan pada kondisi nonkebakaran, penanggulangan bencana alam, dan pemberian bantuan kemanusiaan.

 Dengan demikian, keberadaan BPK dan Rescue Karanggan diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap keselamatan jiwa, lingkungan, dan kelangsungan kehidupan masyarakat.

Di sisi lain, Lurah Tanjung Pinang, Gerald Namara, S.Sos., M.A.P. menegaskan bahwa dalam penanggulangan bencana di lingkungan, tugas BPK dan Rescue Karanggan bersifat mengamankan kondisi keadaan di lapangan.

Menurutnya, penanganan lebih jauh tetap menjadi kewenangan pihak atau tim teknis khusus sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Karena ada pihak-pihak atau tim teknis khusus terkait yang memiliki tugas pokok dan fungsi dalam hal penanganan lebih jauh. Semisal ada korban, kita tidak boleh menyentuh atau melakukan tindakan penanganan lainnya,” kata Gerald.

Gerald berharap seluruh anggota dan pengurus BPK dan Rescue Karanggan dapat menjaga sikap serta tidak melakukan hal-hal negatif dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, niat awal pembentukan organisasi harus tetap diarahkan untuk membantu dan memberikan manfaat kepada masyarakat, bukan merusak atau menimbulkan persoalan baru.

Ia juga berpesan agar pengamanan lingkungan diprioritaskan pada wilayah yang terjangkau, terutama di sekitar wilayah Tanjung Pinang.

Namun, setiap tindakan tetap harus dilakukan dengan melihat situasi dan kondisi di lapangan terlebih dahulu agar respons yang diberikan sesuai dengan keadaan.

Gerald mengakui BPK dan Rescue Karanggan masih merupakan organisasi baru sehingga masih terdapat berbagai kekurangan yang perlu dilengkapi secara bertahap.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk berputus asa dalam menjalankan kegiatan dan mengembangkan organisasi.

“Menghidupkan dan menjalankan tugas dari BPK dan Rescue Karanggan tidak gampang dan butuh dukungan dari seluruh warga Karanggan khususnya sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan maksimal,” ujarnya menambahkan.

Ditempat yang sama, Ketua RW IV, Abdul Panah menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh perangkat RT di wilayah Karanggan sehingga pembentukan BPK dan Rescue Karanggan dapat terwujud.

Ia mengatakan, keinginan membentuk organisasi tersebut sebenarnya telah ada sejak lama dan baru terealisasi pada momentum peringatan kemerdekaan.

“Keinginan pembentukan BPK dan Rescue Karanggan sebenarnya sudah lama, dan Alhamdulillah hari ini bertepatan dengan momentum kemerdekaan 17 Agustus 2026 kepengurusan dapat terbentuk,” kata Abdul Panah.

Menurut Abdul Panah, keberadaan BPK dan Rescue Karanggan akan dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal apabila memperoleh dukungan dari seluruh pihak, termasuk warga Karanggan.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan serta memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.

Kehadiran BPK dan Rescue Karanggan menjadi langkah awal masyarakat Karanggan dalam membangun kesiapsiagaan berbasis lingkungan.

Dengan semangat gotong royong dan dukungan seluruh warga, organisasi tersebut diharapkan mampu menjalankan peran sesuai tugas dan kewenangan, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi berbagai ancaman kebakaran, bencana, dan kondisi kedaruratan.

“Kita berharap dukungan seluruh warga dapat memperkuat BPK dan Rescue Karanggan sehingga tugas dan fungsinya berjalan maksimal serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” paparnya.

Pembentukan BPK dan Rescue Karanggan yang dilaksanakan di Jl. Karanggan 7 Blog D tersebut ditandai dengan penandatanganan peresmian oleh Lurah Tanjung Pinang dan Ketua RT IV.

Kegiatan tersebut disaksikan seluruh ketua RT se-Karanggan, Ketua BPK Bangaris, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta seluruh pengurus BPK dan Rescue Karanggan.(red)

+ posts

No More Posts Available.

No more pages to load.